Showing posts with label dewasa. Show all posts
Showing posts with label dewasa. Show all posts

Tuesday, July 17, 2012

kayak anak kecil

Hanya teringat pembicaraan di beranda samping, sore lampau.
Anak kecil marah2 mengaduh ke Ibunya, mengamuk kesal karena kakaknya yang egois, mau menang sendiri, sangat kayak anak kecil..!

Ibu : "hanya anak kecil yg bisa menilai bahwa orang lain kayak anak kecil.."
Anak : "emmm.., berarti ibu juga kayak anak kecil! karena barusan menilai anak kecil itu seperti apa.."

Ibu : "hehe.., iya kamu benar, ibu berarti kayak anak kecil"
Anak : "hahahaha..!!, berarti kita sama2 kayak anak kecil"

Wednesday, December 14, 2011

Menuntut Anjing berterima kasih! Bahagia

Dengan segala hormat bagi anjing, apapun derajatnya.
sempat saya bilang ke teman: "jangan berharap terima kasih dari anjing buduk di jalan yang pernah kamu beri makan, dia gak pernah belajar soal itu".

Cerita soal anjing ini bukan kiasan, saya bicara soal anjing sebagaimana seekor anjing. Ini soal keluhan teman akan seekor anjing jalanan yang tidak ada etika sama sekali.
"Anjing kok punya etika?"
"bisa saja dia punya etika kalau dia mau belajar..!" jawab temenku.
tapi di awal ketika kamu memberinya makan, kamu tentu sudah sadar kalau anjing itu cuman anjing jalanan, yang tidak pernah dilatih dan disayang seperti anjing rumahan.
Lagian apakah anjing ngerti saat temen saya marahin, seribu kali disebut namanya dia gak akan sadar, apalagi disebut namanya sendiri, itu jelas bukan umpatan.

Harusnya kita yang memaklumi, bahwa seekor anjing tidak akan bisa bilang terima kasih, kita harusnya mengerti. Karena kita manusia, dikasih akal dan pikiran..
Punya kesempatan berbuat sesuatu untuk mahluk lain sebagai manusia harusnya kan bahagia, dan harusnya juga si anjing bahagia.. ;)

Yang pintar memahami yang bodoh

Seperti halnya orang pintar yang layaknya memahami yang bodoh, karena tidak akan mungkin bisa sebaliknya.
Sering sekali terjadi banyak orang yang merasa pintar meminta didengarkan oleh orang lain yang dinilainya bodoh..., tidak masuk di akal.
Logikanya orang pintar itu adalah yang bisa mendengarkan yang bodoh, yang bisa mengerti dan memahami yang bodoh. Yang dewasa mendengar, mengerti dan memahami yang kekanaan.
Bisa disimpulkan jangan pernah merasa "pintar" kalau belum bisa memahami yang lain.
Jangan merasa pintar dan dewasa kalau belum merasa bahagia.. +_+